Purworejo (ANTARA) —
Pasar Grabag di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menjadi salah satu dari 10 pasar di Indonesia yang akan dibangun Kementerian Perdagangan sebagai pasar percontohan.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Purworejo, Senin, mengatakan Pasar Grabag akan dibangun dengan dana Rp4 miliar.
'Pasar Grabag bukan hanya akan diperbaiki, tetapi akan menjadi pasar percontohan,' katanya usai meninjau kondisi Pasar Grabag.
Ia mengatakan sebagai pasar percontohan nantinya harus bersih, nyaman, dan ditata dengan baik sehingga menarik bagi konsumen dan meningkatkan penghasilan bagi pedagang dan pengelola.
Menurut dia, jika pasar kondisi pasar baik maka juga akan meningkatkan pendapatan bagi petani sebagai penyuplai.
Ia mengatakan, pasar bukan hanya berfungsi untuk jual beli, tetapi sebagai tempat interaksi masyarakat maka pasar juga harus ramah. 'Pasar bukan hanya mempunyai nilai ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya,' katanya.
Sebagai pasar percontohan, katanya, harus ramah lingkungan. Banyak pepohonan di sekelilingnya dan pembuangan limbah atau sampah dikelola dengan baik.
'Sampah kalau dikelola dengan baik untuk dibuat kompos maka akan menghasilkan uang,' katanya.
Ia mengatakan, kondisi fisik Pasar Grabag memang harus diperbaiki. Setelah dibangun harus dikelola dengan baik, termasuk para pedagang harus ikut menjaga pasar.
Selama tiga tahun ke depan, katanya, Kementerian Perdagangan akan menyediakan pendampingan dalam pengelolaan pasar agar menjadi lebih baik dan pedagang sejahtera.
Ia mengatakan, pembangunan Pasar Grabag dijadwalkan akan dimulai pada 7 Juni 2011 dan diperkirakan selesai sekitar 3 November 2011. Selama proses pembangunan para pedagang akan menempati pasar darurat, nanti setelah selesai dibangun semua pedagang akan kembali ke pasar tersebut.
'Kami dorong masyarakat kembali ke pasar. Pasar sebenarnya mempunyai daya saing tinggi dengan mal dan super market, apabila dikelola dengan baik,' katanya.
Ia menyebutkan untuk membangun 10 pasar percontohan di Indonesia dianggarkan dana sebanyak Rp88 miliar. Di luar 10 pasar percontohan, juga dibangun 110 pasar dengan nilai Rp505 miliar.











