Benghazi, Libya (ANTARA/Reuters/RIA Novosti) —
Seorang juru bicara pemberontak Libya mengatakan kota kelahiran pemimpin Libya Muamar Gaddafi Sirte telah direbut oleh pemberontak pada Senin.
Tidak ada verifikasi pihak independen atas pernyataan pemberontak itu yang segera bisa didapat.
Stasiun televisi negara Libya, Ahad (27/3), menyiarkan tayangan langsung mengenai Gaddafi, yang berada di mobilnya di kompleksnya di Tripoli --tempat ratusan pendukung mengibarkan bendera hijau dan meneriakkan slogan.
Gaddafi tak bisa dilihat di dalam mobil warna putih, tapi stasiun televisi tersebut menyatakan pemimpin Libya itu berada di dalamnya.
Tayangan singkat tersebut memperlihatkan beberapa pengawal mendorong pendukung agar mereka tidak terlalu dekat dengan mobil itu.
Gaddafi belum memperlihatkan diri di televisi sejak ia berpidato pada Selasa (22/3).
Pasukan pemrotes di Libya, Ahad, mendesak ke arah barat untuk merebut kembali sejumlah kota kecil dari pasukan pro-Gaddafi saat mereka mundur akibat tekanan dari serangan udara Barat.
Pemrotes Libya mendesak ke arah barat menuju Tripoli, setelah mereka mendapat peluang pada Ahad dan gerakan mereka ke arah Sirte kian kuat sementara kota kelahiran Gaddafi digempur oleh serangan udara koalisi.
Sementara itu Organisasi akta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengambil alih komando operasi militer di Libya dari tentara koalisi, menurut laporan sejumlah media di dunia.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memberlakukan wilayah larangan terbang terhadap Libya pada 17 Maret, bersamaan dengan perintah 'melakukan hal yang diperlukan' guna melindungi warga sipil dari serangan pasukan Gaddafi di sejumlah kota yang dikuasai pemberontak.
Sebanyak 28 utusan negara anggota NATO bertemu pada Minggu untuk menentukan strategi militer terhadap Libya.
Amerika Serikat mengalihkan komando pengawasan wilayah larangan terbang terhadap Libya kepada NATO, sementara pasukan koalisi akan tetap melanjutkan upaya perlindungan terhadap warga sipil dari serangan pasukan Gaddafi.
Operasi militer di Libya, yang diberi nama sandi 'Pengembaraan Fajar', sejauh ini telah melibatkan 13 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.
Negara anggota NATO pada Kamis memutuskan untuk memikul tanggung jawab penegakan wilayah larangan terbang di Libya, namun tidak menyepakati untuk menanggung komando penuh terhadap seluruh operasi militer di negara tersebut.
Namun Gaddafi menuding pasukan NATO sedang meneror warganya.











