Lebak (ANTARA) —
Produksi gabah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, ditargetkan mencapai 496.000 ton gabah kering giling pada 2011 untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
'Kami yakin produksi gabah surplus karena panen raya Januari-Februari sudah mencapai 93.000 ton GKG,' kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak H Sopiyan, Minggu.
Sopiyan mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir produksi gabah di Kabupaten Lebak terus meningkat, bahkan surplus antara 15 sampai 30 persen.
Selama ini Kabupaten Lebak merupakan sentra lumbung beras di wilayah Provinsi Banten.
Pemerintah mengalokasikan bantuan program ketahanan pangan cukup besar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2011.
Bantuan bidang pertanian tersebut di antaranya rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi desa, pengembangan jalan usaha tani, kredit peduli lebak (KPL), optimalisasi lahan atau pencetakan sawah baru dan bantuan pompanisasi.
Selain itu, rehabilitasi jaringan irigasi tingkat usaha tani (Jitut) dan jaringan irigasi pedesaan (Jides).
Penyelenggaraan Sekolah Lapang Pengelolaan Terpadu (SLPT) bagi petani untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan mengembangkan sistem penerapan penanaman jejar legowo serta peningkatan mutu intensifikasi (PMI).
Pemerintah juga menggulirkan program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) untuk gabungan kelompok tani (gapoktan).
'Saya kira dengan besarnya dana itu bisa mendongkrak produksi pangan di Kabupaten Lebak,' katanya.
Menurut dia, target produksi gabah sebanyak 496.000 ton GKG pada 2011 diperkirakan tercapai dengan dukungan kebijakan pemerintah tersebut.
Produksi gabah sebesar itu bisa terealisasi, bahkan surplus sekitar 50 persen karena produksi gabah hasil panen Januari-Februari sudah mencapai 93.000 ton GKG.
'Saya menjamin produksi gabah 2011 surplus karena pada 2009 dari target 472.448 ton tercapai 47.760 ton atau lebih tinggi sekitar 61.471 ton,' katanya.
Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar menjelaskan, musim panen di sentra lumbung padi masih berlangsung hingga April karena mereka menanam pada awal Januari.
Selain itu ribuan hektare tanaman padi di sejumlah daerah dipastikan memasuki musim panen pada Mei-Juni. Mereka menanam padi pada Februari karena curah hujan masih terjadi.
'Saya kira cuaca hujan membantu meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Lebak,' jelasnya.











