Kediri (ANTARA) —
Seorang ibu rumah tangga yang mengidap HIV/AIDS meninggal dunia, sesaat setelah ia melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu.
Informasi yang dihimpun, ibu rumah tangga itu berasal dari Sragen, Jawa Tengah, berumur sekitar 30 tahun, mulai dirawat di rumah sakit satu pekan lalu. Tetapi, ia meninggal dunia, setelah terus mengalami pendarahan usai melahirkan.
Kabar meninggalnya seorang ibu penderita HIV/AIDS dibenarkan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kediri. Sekretaris KPAD Kota Kediri, Heri Nurdianto menilai, meninggalnya perempuanl itu karena kurang tanggapnya penanganan di rumah sakit.
'Perawatan di rumah sakit kurang maksimal, hingga tadi pagi ada ibu hamil yang kena virus HIV/AIDS meninggal dunia,' katanya, mengungkapkan.
Direktur RSUD Gambiran Kediri Sentot Imam Suprapto, mengakui jika ada seorang ibu rumah tangga yang sudah terinveksi HIV/AIDS dan melahirkan di tempatnya.
Namun, ia membantah jika mengabaikan perawatan bagi perempuan tersebut. Ia mengaku, telah berupaya semaksimal mungkin, untuk menyelamatkan jiwa ibu yang melahirkan tersebut.
'Kami berusaha semaksimal mungkin, tetapi Tuhan berkehendak lain,' ucapnya.
Ia mengatakan, kondisi perempuan malang itu sudah sangat lemah sejak dibawa ke rumah sakit sekitar satu pekan lalu. Pihaknya juga langsung memberikan perawatan dan obat-obatan, agar tubuhnya kembali sehat, dan siap untuk melahirkan.
'Tubuhnya sudah sangat lemah saat dibawa ke rumah sakit,' tuturnya.
Pihaknya juga menyebut, saat kontraksi sudah berencana untuk melakukan operasi. Sayangnya, sebelum hal itu dilakukan, perempuan malang itu sudah terlebih dahulu melahirkan secara normal.
Ia juga menyebut, dampak lemahnya tubuh si ibu itu sebelum ia melahirkan di rumah sakit, juga berlanjut, setelah ia menjalani proses persalinan. Ia terus kena pendarahan, hingga nyawanya tidak tertolong lagi.
Namun, Sentot menyebut, anak si ibu itu lahir dengan selamat. Tetapi, ia mengaku lupa jenis kelamin si bayi tersebut, karena bukan dirinya yang menangani langsung proses kelahiran si bayi tersebut.
Ia juga menyebut, sudah menghubungi pihak keluarga si ibu yang melahirkan itu di Sragen, Jawa Tengah. Pihaknya saat ini masih merawat si bayi itu, dan berencana akan memberikan kepada keluarga, jika kondisi bayi itu sudah lebih baik lagi.
Kasus HIV/AIDS yang terdata di Kota Kediri semakin meningkat setiap tahunnya. Selama Oktober 2010, terdata sebanyak 84 orang terkena HIV/AIDS.
Selain menjangkiti kelompok risiko tinggi seperti PSK, waria, TKI, maupun pelanggan, juga menjangkiti kalangan ibu rumah tangga maupun ibu hamil. Akibatnya, anak-anak yang dikandung mereka juga terancam terkena HIV/AIDS.











