Yogyakarta (ANTARA) —
Sebanyak 500 anak-anak yang menjadi korban erupsi Gunung Merapi, Sabtu mengikuti 'trauma healing' (penyembuhan dari trauma) untuk menyemangati anak-anak agar bangkit dan tidak lagi larut dalam kesedihan akibat erupsi Merapi.
'Trauma healing' tersebut dilakukan di aula Gedung Kotak Taman Pintar, dan anak-anak tersebut datang dari sejumlah wilayah seperti di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang, Muntilan Magelang, dan anak-anak yang tinggal di bantaran Sungai Code Kota Yogyakarta.
Di dalam kegiatan tersebut, seluruh anak-anak diajak untuk bergembira menikmati berbagai pertunjukan seni yang dipersembahkan oleh teman-teman seusianya dan juga sejumlah artis seperti Dik Doank serta grup band Kotak.
'Kegiatan ini adalah program yang sangat bagus karena trauma yang dialami oleh seseorang, khususnya anak-anak tidak bisa dilihat secara langsung seperti kerusakan fisik,' kata Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto di sela-sela kegiatan 'trauma healing' tersebut.
Menurut dia, penanganan trauma tersebut harus bisa dilakukan dengan baik, agar kondisi mental anak-anak di masa yang akan datang tetap terjaga dengan baik.
Sementara itu, Kepala Kantor Pengelola Taman Pintar Ita Rustanti mengatakan, bahwa pihaknya bangga bisa dipilih menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut, karena Taman Pintar adalah ikon pendidikan dan wisata di Kota Yogyakarta.
'Taman Pintar memiliki peraga pendidikan sains dan teknologi yang bersifat interaktif dan menghibur bagi anak-anak,' katanya.
Bencana erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada akhir Oktober dan awal November 2010 itu tidak hanya mengakibatkan kerugian fisik, tetapi juga banyak anak yang tinggal di daerah bencana masih merasakan akibat dari kejadian tersebut secara psikis.
Salah satu peserta kegiatan 'trauma healing' yang terkena dampak banjir lahar hujan Sungai Code, Afia (8) mengatakan telah beberapa kali mengikuti kegiatan serupa.
'Biasanya dilakukan di sekitar rumah, tapi kalau untuk kegiatan di luar rumah, baru kali ini saya ikuti,' katanya yang datang bersama dengan teman-temannya dari Kelurahan Tegalpanggung Kecamatan Danurejan.
Ia mengatakan, kegiatan trauma healing tersebut biasanya dilakukan dengan bermain bersama atau membuat kerajinan, dan terkadang dilakukan dengan berjalan-jalan ke tempat wisata seperti Taman Pintar.
'Saya hanya ingin, rumah tidak terkena banjir lagi,' katanya.
Ratusan anak-anak yang mengikuti kegiatan 'trauma healing' tersebut juga memperoleh bingkisan berupa alat sekolah.











