Yogyakarta (ANTARA) —
Masa tanggap darurat penanganan Sungai Code akibat banjir lahar hujan Merapi kemungkinan diperpanjang, mengingat masih adanya anomali cuaca yang terjadi di Kota Yogyakarta.
'Jika cuacanya masih saja anomali seperti ini, maka akan ada kemungkinan masa tanggap darurat Sungai Code diperpanjang, mengikuti kondisi cuaca yang terjadi,' kata Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto di Yogyakarta, Jumat.
Pascabanjir lahar hujan yang merendam permukiman di bantaran Sungai Code pada akhir November 2010, Pemerintah Kota Yogyakarta menetapkan masa tanggap darurat di Sungai Code hingga akhir Maret.
Namun, permukiman di sepanjang bantaran Sungai Code kembali terendam luapan lahar dingi Merapi pascabanjir lahar hujan yang terjadi pada Sabtu (19/3) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memperkirakan musim hujan masih akan berlangsung hingga akhir April.
'Mungkin bisa diperpanjang satu bulan dan kemudian dikaji, apakah masih perlu tanggap darurat lagi atau tidak. Jika masih perlu maka akan kembali diperpanjang per satu bulan hingga musim hujan berakhir,' katanya.
Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Herry, juga terus melakukan komunikasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang terkena dampak cukup parah akibat banjir lahar hujan agar memiliki kesadaran tidak lagi tinggal di lokasi tersebut.
Tinggal di lokasi yang terus menerus terkena dampak setiap kali lahar hujan datang, menurut Herry, justru akan melelahkan masyarakat sehingga perlu ada solusi untuk menangani permasalahan tersebut, seperti tinggal di rumah susun sewa (rusunawa) atau diberi bantuan tinggal di wilayah lain.
Pemerintah Kota Yogyakarta tengah melakukan negosiasi dengan pemerintah pusat terkait luas minimal lahan untuk mendirikan rusunawa yaitu tidak 3.000 meter persegi seperti syarat dari pemerintah, namun sekitar 600 meter persegi.
'Mencari lahan seluas 3.000 meter persegi di Kota Yogyakarta bukan perkara mudah, Tetapi yang penting adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa mereka tinggal di lokasi yang selalu rawan terkena dampak banjir lahar hujan,' katanya.
Ketua Sekretariat Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah (BKPBD) Kota Yogyakarta Sudarsono mengatakan, terdapat sejumlah wilayah yang selalu mengalami dampak cukup parah akibat luapan lahar dingin Sungai Code, di antaranya adalah di Kampung Jogoyudan, RT 18 RW 4 Keluahan Kotabaru, dan RT 61 serta RT 62 RW 16 di Kelurahan Sorosutan.
'Perpanjangan masa tanggap darurat memang penting dilakukan, karena masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan,' katanya.











