Medan (ANTARA) —
Penjabat Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho berjanji akan mencopot Kepala Dinas Pendidikan Provinsi jika menemukan praktik pemotongan tunjangan guru di instansi tersebut.
'Jika itu yang terjadi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) yang akan saya copot,' kata Gatot dalam Seminar Nasional Pengembangan Profesionalisme Guru dan Pelantikan Pengurus Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Swasta Indonesia (ALPTKSI) Wilayah Sumut-NAD di Medan, Jumat.
Gatot mengatakan, guru atau pihak-pihak yang berprofesi sebagai tenaga pendidik memiliki peranan yang sangat besar dalam proses memajukan dan mencerdaskan bangsa.
Namun, harapan itu diperkirakan sulit tercapai jika kalangan guru tidak mendapatkan ketenangan dan kesejahteraan dalam menjalankan profesinya.
Untuk menciptakan ketenangan bagi kalangan guru, sekaligus dalam upaya mengembangkan dunia pendidikan, pemerintah telah berupaya menunjukkan komitmennya seperti dengan pengalokasian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sertifikasi guru, dan alokasi dana APBN 20 persen.
Karena itu, kata Gatot, pihaknya sangat menekankan agar tidak ada praktik yang mengambil atau mengurangi hak-hak yang harus didapatkan kalangan guru.
'Kami mengharapkan tenaga pendidik tidak didiskriminasi dan diambil hak-haknya,' kata Gatot.
Dengan pengalamannya sebagai dosen, Gatot Pujo Nugroho mengaku sangat memahami dinamika dan permasalahan kalangan guru.
Namun, mantan Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga sangat mengharapkan kalangan guru dapat memberikan keteladanan dalam proses pendidikan.
Keteladanan yang diperlihatkan kalangan guru dan tenaga pendidik dinilai sebagai salah satu bentuk pengajaran yang sangat bermanfaat untuk ditiru.
Namun para murid juga kemungkinan akan meniru perilaku yang kurang baik jika dipertontonkan kalangan guru dan tenaga pendidik.
Ia mencontohkan kebiasaan kurang baik peserta didik di Sumut yang jarang membawa buku teks ke tempat belajar, termasuk kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
'Itu terjadi karena pengajar atau gurunya tidak membawa buku teks, sehingga peserta didik juga demikian,' kata Gatot.











