Islamabad (ANTARA/Xinhua-OANA) —
Gerilyawan diduga kelompok Taliban meledakkan dua sekolah wanita di kawasan kesukuan Khyber, Pakistan, di dekat perbatasan Afghanistan, kata pejabat pada Jumat.
Pejabat keamanan mengatakan bahwa sekolah dasar itu diledakkan dengan dinamit pada Kamis malam di kawasan Landi Kotal, wilayah Khyber. Dalam serangan itu tidak ada seorang pun terluka, karena sekolah tersebut sedang tutup.
Ia mengatakan bahwa kedua sekolah itu, yang masing-masing berjarak setengah kilometer, hancur dan tembok pembatasnya juga rusak parah.
Data resmi menunjukkan bahwa gerilyawan, yang melakukan bagian dari kampanye anti-pemerintah, menghancurkan hampir 40 sekolah, pusat kesehatan dan bangunan pemerintah lain.
Penghancuran sejumlah sekolah telah mengurangi ribuan siswa di kawasan itu, kata pejabat.
Hingga saat ini, belum ada pertanggungjawaban terhadap serangan terkini atas sejumlah sekolah tersebut, namun pada sebelumnya, Taliban menyatakan pertanggungjawabannya atas serangan serupa, selain mereka juga menentang pendidikan bagi wanita.
Suku mengeluh bahwa pemerintah belum mengambil tindakan untuk melindungi sekolah lain.
Penduduk setempat mengatakan bahwa ketika ratusan gadis tiba di sekolah seperti biasa pada Jumat, mereka kecewa ketika melihat reruntuhan bangunan sekolahnya. Setelah itu, mereka pulang, karena gedung sekolahnya tidak dapat memberikan pengajaran.
Sementara itu, pembangunan sekolah, yang hancur oleh gerilyawan Taliban di Lembah Swat, kawasan baratlaut, telah dimulai dengan menggunakan dana dari bantuan asing dan pemerintah Pakistan, kata pejabat.
Taliban telah menghancurkan empat ratus sekolah, yang hanya terletak di lembah Swat, dalam tindakan mereka melawan pasukan Pakistan pada 2008-2009.











