Medan (ANTARA) —
PT Pertamina Unit Pemasaran Region I mengakui penyaluran paket perdana elpij 3 kg tahap III di 13 kota/kabupaten di Sumatera Utara molor dari rencana semula pada akhir 2010 atau awal 2011 karena pencacahan atau survei yang belum rampung.
'Memang benar penyaluran paket elpiji 3 kg tahap III baru dilakukan akhir Februari dan itu pun masih untuk Kabupaten Pakpak Bharat sebanyak 5.670 paket,' kata Assistant Manager External Relation PT Pertamina Unit Pemasaran Region I, Fitri Erika di Medan, Jumat.
Penyaluran akan terus ditingkatkan ditengah pencacahan yang masih terus dilakukan Ditjen Migas, ujarnya.
Menurut dia, dari jumlah penerima paket di 13 kota/kabupaten pada tahap III yang diperkirakan sebanyak 505.770 kepala keluarga (KK), jumlah yang sudah selesai disurvei sebanyak 355.858 KK.
Ada pun ke-13 daerah itu masing-masing Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Toba Samosir, Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Mandailing Natal.
Menurut dia, sejalan dengan penyaluran tahap III itu, pihaknya juga sedang menyalurkan paket elpiji ke 11 kota/kabupaten untuk tahap I dan tahap II yang mendapat tambahan alokasi dengan total 349.422 KK.
'Kalau penyaluran tahap III dan tambahan di wilayah tahap I dan II selesai, maka tinggal lima daerah lagi yang belum melaksanakan konversi itu, yakni Gunung Sitoli, Nias, Nias Barat, Nias Utara dan Nias Selatan,' katanya.
Di Nias, kata dia, memang belum memungkinkan dilakukan konversi secepatnya karena infrastrukturnya belum memadai, seperti belum tersedianya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE).
Wilayah penyaluran minyak tanah bersubsidi yang sudah ditutup (clossing) karena konversi sudah 100 persen adalah di Asahan, Tebing Tinggi, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Tanjung Balai dan Langkat.
Sejalan dengan terus meningkatnya wilayah konversi, maka permintaan gas juga diakui semakin meningkat.
Anggota DPD RI utusan Sumut Parlindungan Purba berharap pelaksanaan konversi tahap III juga dilakukan dengan hati-hati.
Jangan ada lagi timbul masalah serius seperti di tahap I dan II, katanya.
Dia juga meminta Pertamina menyediakan gas untuk elpiji 3 kg itu dengan jumlah yang memadai sesuai kebutuhan, agar tidak menyulitkan masyarakat yang sudah mengikuti program konversiitu.











