Jakarta (ANTARA) —
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menerima 38 laporan ancaman bom dan pengiriman barang mencurigakan sejak 15 hingga 23 Maret 2011.
'Termasuk pengiriman empat paket bom berbentuk buku,' kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sujarno di Jakarta, Jumat.
Sujarno menuturkan sebanyak 34 laporan ancaman yang tidak terbukti terdapat bahan peledak atau bom.
Perwira menengah kepolisian itu, menyebutkan bentuk laporan itu, melalui pengiriman paket mencurigakan, ancaman melalui pesan singkat dan telepon.
Sejauh ini, Polda Metro Jaya mencatat laporan pengiriman barang yang berisi bahan peledak terdapat empat kasus.
Keempat laporan paket buku berisi bom itu diterima pimpinan Komunitas Utan Kayu Ulil Abshar Abdalla, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gories Mere, mantan Ketua Umum Pemuda Pancasila Yapto S Soerjosumarno dan musisi Ahmad Dhani, Selasa (15/3).
Sujarno menegaskan tim Gegana Satuan Brigade Mobil tetap menjalankan prosedur untuk menangani laporan ancaman teror maupun pengiriman barang mencurigakan.
Prosedur penanganan laporan ancaman teror dan penemuan barang mencurigakan melalui dokumentasi, pemeriksaan benda dengan menggunakan mesin sinar-x, alat pendeteksi (metal detector) dan peledakan.











