Biak (ANTARA) —
Warga kampung Anggraidi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, berharap masuk dalam program desa wisata binaa Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada 2011.
Kepala kampung Anggraidi Nehemia Ronsumbre di Biak, Jumat mengharapkan, potensi pantai yang indah serta kepemilikan monumen perang dunia di wilayah mereka diharapkan menjadi modal untuk mewujudkan program desa wisata 2011.
'Saya berharap Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Biak merealisasikan program desa wisata tahun ini sehingga berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang desa wisata bisa dibangun,' ujarnya.
Jika program desa wisata terbentuk pihak pemerintahan kampung Anggraidi segera membangun panggung yang permanen sebagai tempat pertunjukan berbagai kesenian daerah Papua pada waktu libur.
Dia mengatakan, dengan program desa wisata mendatang di kampung Anggraidi akan memberikan pendapatan bagi warganya dengan berjualan makanan dan minuman serta mampu menghidupkan kegiatan kesenian daerah Papua.
'Potensi pariwisata di kampung Anggaridi sangat menarik jika dibantu dengan pembangunan sarana prasarana pendukung lainnya seperti pangung dan penataan objek wisata pantai,' ujar Nehemia.
Salah seorang pemuda kampung Anggraidi Luther Rumpaidus mengakui, kementerian kebudayaan dan pariwisata serta Pemkab Biak perlu memperhatikan program desa wisata di kampung Anggraidi karena menyimpan asset monumen perang dunia II yang rutin menjadi tempat ibadah turis Jepang saat berkunjung ke Biak.
Kampung Anggraidi merupakan desa pemekaran dari kampung induk Parai memiliki keindahan pantai dan monumen perang dunia II yang menjadi daya tarik kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara.











