Paris (ANTARA/Reuters) —
Satu pesawat tempur Prancis menghancurkan pesawat militer Libya dengan peluru kendali (rudal) udara ke darat setelah pesawat itu mendarat di pangkalan udara Misrata di Libya barat pada Kamis, kata pasukan bersenjata Prancis pada Kamis.
Juru bicara pasukan bersenjata mengatakan bahwa patroli jet tempur Rafale - bagian dari pasukan koalisi Barat yang melakukan keterlibatan atas mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam melindungi warga sipil dari serangan pasukan Muamar Gaddafi yang melawan pemberontak - mengetahui pesawat Libya melanggar perintah larangan terbang.
'Patroli Prancis melakukan serangan udara ke darat dengan menggunakan senjata AASM setelah pesawat itu mendarat di pangkalan udara Misrata,' kata juru bicara yang membacakan pernyataan pasukan bersenjata.
Pesawat tempur barat menyerang wilayah Libya secara lebih luas pada Kamis setelah tank milik Gaddafi memasuki kota Misrata dalam semalam dan mengepung rumah sakit utamanya.
Sebelumnya pada Kamis pasukan bersenjata Prancis mengatakan pesawat mereka telah menyerang pangkalan udara pusat Libya saat dini hari dalam penyerangan pada hari kelima oleh negara Barat untuk melawan militer Gaddafi.
Sekitar 15 pesawat Prancis telah dioperasikan pada Rabu dan puluhan lainnya pada semalam sehingga menyebabkan serangan rudal kepada pangkalan udara yang terletak sekitar 250 kilometer dari perairan Mediterania wilayah Libya.
Menteri Luar Negeri, Alain Juppe membela langkah operasi udara koalisi yang telah dipelopori oleh Prancis.
Juppe mengatakan bahwa lima hari bukanlah waktu yang cukup untuk meraih tujuan misi dalam melindungi warga sipil dari jerat serangan tentara Gaddafi.
Dikatakannya bahwa dalam menghancurkan militer Gaddafi, hal itu dapat memakan waktu selama berhari-hari atau beberapa pekan namun tentu saja tidak berbulan-bulan.











