Jember (ANTARA) —
Tim gegana Brimob Polda Jawa Timur meledakkan dua paket mencurigakan yang diduga berisi bom di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Kamis.
Dua paket mencurigakan tersebut ditujukan kepada seorang pensiunan guru yang bernama Darmanto dan Pengasuh Pondok Pesantren Hasaniyah, Gufron. Keduanya tinggal di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung.
Kepala Bagian Operasinal (Kabag Ops) Polres Jember Kompol Budiharto, mengatakan polisi mendapat informasi dari warga yang curiga terhadap kedua paket tersebut.
'Setelah diledakkan, baru diketahui bahwa paket yang ditujukan kepada Gufron berisi empat buku dengan salah satu judul bukunya `Hati Nurani Bicara` dan paket yang ditujukan ke Darmanto adalah susu bubuk,' tuturnya.
Paket yang berisi susu bubuk tersebut dikirim oleh kurir seorang tukang becak ke rumah Darmanto, dengan nama pengirim Veronika di Surabaya. Sedangkan paket yang berisi buku dikirim melalui jasa pengiriman paket, dengan alamat pengirim Jakarta Selatan.
Menurut Budiharto, paket buku tersebut diterima tiga hari lalu dan ditaruh di balai desa setempat, sedangkan paket yang berisi susu bubuk diterima Rabu (23/3) oleh Darmanto.
'Perangkat desa dan warga yang menerima paket mencurigakan itu akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi, sehingga enam orang tim gegana Polda Jatim meledakkan paket itu yang disaksikan sejumlah warga dan penerima paket,' paparnya.
Paket yang berisi susu bubuk diledakkan di halaman rumah Darmanto, sedangkan paket yang berisi buku diledakkan di balai Desa Balung Lor yang disaksikan warga setempat.
'Kedua paket mencurigakan itu bukan berisi bom, namun polisi tetap mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada polisi, apabila mendapat kiriman paket yang mencurigakan,' katanya, menambahkan.
Budiharto mengimbau warga tidak perlu panik dengan kiriman paket yang alamat pengirimnya jelas, namun masyarakat tetap harus waspada terhadap kiriman paket yang mencurigakan.











