Medan (ANTARA) —
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara yang baru Inspektur Jenderal Polisi Wisjnu Amat Sastro berjanji akan memberantas praktik perjudian di daerah itu.
'Tidak boleh ada judi di Sumut, saya akan berantas sampai habis,' katanya usai upacara serah terima jabatan Kapolda Sumut dari Irjen Pol Oegroseno di Medan, Rabu.
Irjen Wisjnu mengatakan, pihaknya sangat menyadari jika praktik perjudian merupakan penyakit masyarakat yang membawa banyak dampak yang merugikan.
Keterlibatan dengan berbagai bentuk perjudian diyakini akan menyebabkan kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat semakin parah.
Bahkan, kata Irjen Wisjnu, praktik perjudian juga diperkirakan akan membawa pengaruh buruk terhadap rumah tangga karena berkurangnya biaya hidup.
Hal itu disebabkan uang belanja yang harus diberikan kepada kalangan ibu rumah tangga semakin berkurang karena sebagian uang belanja dipakai untuk berjudi, termasuk memasang undian toto gelap (togel).
'Dia mimpi jadi kaya, (padahal) gak bisa,' katanya.
Pihak kepolisian harus memiliki komitmen kuat untuk memberantas praktik perjudian di Sumut karena diyakini akan semakin menyengsarakan masyarakat.
'Tidak ada namanya rakyat menang dalam judi. Rakyat pasti sengsara, yang menang hanya bandar,' kata Irjen Wisjnu.
Namun, kata dia, pihaknya menyadari jika praktik perjudian merupakan salah satu penyakit masyarakat yang susah diberantas.
Karena itu, pihaknya mengharapkan masukan, informasi dan partisipasi dari masyarakat untuk memberikan laporan jika menemukan adanya praktik perjudian.
Bahkan, pihaknya juga mengharapkan masyarakat berani memberikan informasi jika menemukan personel Polda Sumut yang membekingi praktik perjudian tersebut.
'Kalau ada anak buah yang membekingi judi, laporkan. Akan kita periksa, kalau perlu kita ajukan ke pengadilan,' kata mantan Staf Ahli Kapolri Bidang Manajemen itu.
Sedangkan untuk kepentingan jangka panjang, pihaknya akan memerlukan kerja sama dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu diperlukan karena menyadari masalah sosial dan beberapa penyakit masyarakat sering muncul karena persoalan ekonomi.
'Intinya, keamanan Sumut harus kondusif,' kata Irjen Pol Wisjnu yang juga mantan Wakapolda Sulawesi Selatan itu.











