Sleman (ANTARA) —
Banjir lahar dingin melalui aliran Sungai Opak, Selasa (22/3) sore mengakibatkan sedikitnya enam rumah di Dusun Teplok dan Kliwang, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta rusak parah akibat diterjang arus.
'Di dusun Kliwang ada lima rumah yang rusak parah rumah, tiga diantaranya milik Sakeh, (40) yang bergandengan, dua rumah milik Surtini (40) dan Pambudi (60), sedangkan di dusun Teplok lahar dingin menerjang rumah milik Sri Subroto,' kata Sekretaris Desa Argomulyo Topo Harjono, Rabu.
Menurut dia, untuk rumah yang diterjang banjir lahar dingin dan kemasukan material vulkanik Merapi di Dusun Kliwang ada 11, Panngung dua dan Teplok 15 unit.
'Sedangkan warga yang dipindahkan ke `shelter` atau hunian sementara akibat banjir lahar dingin pada Sabtu (19/3) ada 28 kepala keluarga dan banjir Selasa (22/3) ada 20 kepala keluarga,' katanya.
Salah satu korban yang rumahnya hancur, Sakeh mengatakan tiga rumahnya yang diterjang lahar dingin dalam kondisi rusak parah bahkan salah satu rumahnya jebol dari bagian belakang hingga depan.
'Banjir lahar dingin yang terjadi kemarin (Selasa 22/3) sangat besar dan sampai menjebol tanggul,' katanya.
Ia mengatakan, jebolnya tanggul karena lambannya penanganan pembangunan tanggul pascabanjir Sabtu (19/3).
'Waktu Sabtu pawon saya sudah kena, tetapi penanganan pembangunan tanggulnya lama jadi tambah besar alirannya,' katanya.
Sementara itu tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD DIY Sukamto mengerahkan satu unit ekskavator atau alat berat secara mandiri agar penanganan normalisasi aliran sungai Opak bisa cepat dilakukan.
'Ini saya bantu satu unit eskavator agar lebih cepat penanganan normalisasi aliran Sungai Opak untuk menyelamatkan perkampungan,' katanya.











