Bandarlampung (ANTARA) —
Warga Kota Bandarlampung menilai pemilahan atau pemisahan sampah organik dan anorganik menjadi percuma, karena tidak didukung kegiatan pengangkutan dan pembuangan yang memadai.
'Di beberapa lokasi ada dua kotak atau tong sampah bertuliskan untuk sampah organik dan anorganik, tetapi ketika petugas sampah mengambil, langsung dicampurkan di dalam truk angkut,' kata Haryanto, warga Kedaton, Bandarlampung, Rabu.
Selain itu, lanjutnya, sampah tersebut dibawa dan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dalam satu lokasi yang tidak dibedakan mana sampah organik dan anorganiknya.
Nasrullah, warga lainnya mengatakan, sampah yang dibungkus rapih dan telah dipisahkan jenisnya tersebut, ketika diletakkan di pojok rumah menunggu petugas sampah datang, terkadang diacak-acak oleh pemulung.
'Contohnya saja di tepi jalan raya yang tempat meletakkan sampah oleh warga dari dalam gang, pagi-pagi kondisinya tercecer karena kantungnya disobek untuk dilihat isinya dan mengambil barang-barang yang masih bisa didaur ulang,' kata dia.
Karena itu, lanjutnya, untuk saat ini harapan pemisahan sampah organik dan organik di Bandarlampung belum bisa dilakukan, karena masih belum siapnya perangkat pendukung.
Sementara itu, beberapa warga pun menolak jika penarikan iuran sampah disatukan dengan pembayaran air atau listrik, karena sangat berbeda dalam hal pelayanan.
'Ada wacana seperti itu. Tetapi, apakah pemerintah sadar apa yang telah diupayakan sehingga warga senang membayar iuran tersebut? Sebab, pelayanan penarikan sampah saja belum maksimal, beda dengan air yang mesti sering tersendat, tetapi langsung ke rumah,' ujar Doni.
Warga pun mengeluhkan kesulitan membuang sampah karena tidak adanya petugas yang datang ke permukiman mereka, sehingga sebagian membuangnya ke lahan milik orang yang belum dimanfaatkan.
Akibatnya, pemilik tanah pun memasang beragam tulisan hingga umpatan bagi mereka yang telah membuang sampah di lokasi tersebut.
Pantauan di lokasi tempat pembuangan sampah sementara, ketika warga membuang sampah menggunakan bungkus plastik yang rapih dan diikat, namun oleh pemulung langsung disobek dan dibongkar isinya, tanpa mengembalikan ke keadaan semula.











