IMQ, Jakarta —
PT WanaArtha Life berhasil mencatatkan pertumbuhan presmi sepanjang 2010 sekitar Rp1,76 triliun, atau melonjak 155,81%, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp688 miliar.
Demikian diungkapkan Presiden Direktur WanaArtha Life, Eddy KA Berutu, dalam paparan kinerja 2010 WanaArtha, di Jakarta, Rabu (23/3).
Menurutnya, pertumbuhan premi didukung dari transformasi bisnis yang dilakukan manajemen, di antaranya mengubah segmen pasar dari semula fokus ke pasar korporasi beralih ke pasar ritel atau asuransi individual.
"Perubahan strategi ini dilakukan mengingat potensi asuransi jiwa, terutama ritel di Indonesia masih sangat besar. Dari sekitar 237 juta penduduk Indonesia, nasabah individu yang tercatat memiliki asuransi baru sekitar 3,5%," ujar Eddy.
Memang, lanjutnya, WanaArtha telah melakukan beberapa inisiatif dan inovasi untuk mendukung kesuksesan transformasi ini, antara lain dengan memperkuat standar prosedur operasional yang mengacu pada international best practise.
Sementara itu, Marketing Director WanaArtha Loekito Saggitariono menyebutkan manajemen telah menambah kantor pemasaran dari empat unit pada 2008 menjadi 22 kantor di akhir 2010.
"Untuk melanjutkan program transformasi ini, WanaArtha akan terus meningkatkan penetrasi pasar, sehingga dalam kurun 3-5 tahun ke depan bisa masuk 10 besar perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia," tutur Loekito.











