IMQ, Jakarta —
Begitu beratnya beban yang dipikul perusahaan pembuat pesawat terbang BUMN, PT Dirgantara Indonesia (Persero) membuat Direktur Aircraft Service, Budi Wuraskito angkat suara. Ia meminta pemerintah menutup perusahan BUMN itu.
"Jika restrukturisasi ini tidak berhasil, maka PT DI sebaiknya ditutup saja," keluh Budi Wuraskito dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Senin (21/3).
Ia mengharapkan dukungan pemerintah melalui pengucuran dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sekitar Rp127 miliar dapat membantu menyehatkan perusahaan yang berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat. Saat ini, struktur neraca PT DI tidak sehat dengan ekuitas negatif sekitar Rp625 miliar, utang sebesar Rp3,2 triliun [termasuk SLA kurang lebih dari Rp1,06 triliun.
"PT DI tidak mempunyai kemampuan untuk memenuhi kewajiban operasionalnya tepat waktu dan tepat jumlah, termasuk pembayaran gaji karyawan," akunya.
Tahun lalu saja, PT DI membukukan kerugian hingga Rp126 miliar, sebab posisi kewajiban kepada pemerintah mencapai Rp3,219 triliun.











