Cirebon (ANTARA) —
Dua pemuda di Cirebon menjadi korban kebrutalan segerombolan geng motor pada Minggu dini hari (20/3) hingga mengalami luku cukup parah di beberapa bagian tubuhnya dan terpaksa harus menjalani perawatan intensif di RSUD Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat.
Korban pertama bernama Nurdin (22) Warga Desa Cisambeng, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon mengalami tiga luka parah di punggungnya akibat sabetan samurai dan tebasan di tangan kiri hingga nyaris putus.
Firman (17) teman korban mengatakan penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Saat kejadian dia bersama korban dan dua teman lain sedang nongkrong di pinggir jalan tiba-tiba diserang sekelompok pemuda yang jumlahnya mencapai 50 orang lebih mengaku anggota geng motor Moonraker.
'Salah satunya meneriaki kami adalah anggota geng motor Brigas, kemudian tanpa basa-basi langsung menyerang kami. Mereka ada yang membawa samurai, celurit dan pentungan,' kata Firman saat ditemui di RSUD Gunung Jati.
Malang bagi Nurdin yang berusaha menangkis sabetan samurai dengan tangan kirinya hingga menyebabkan tangannya tersebut nyaris putus. Tidak hanya itu, dia pun masih mendapat sabetan samurai di punggungnya saat berusaha melarikan diri.
Di tempat terpisah kejadian kekerasan yang dilakukan sekelompok berandal bermotor kembali terjadi di Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Korbannya yang bernama Deni Prasetiawan (19), pemuda desa setempat, dalam keadaan kritis karena mengalami 17 bacokan di kepala dan tiga sabetan di tangan dan satu sayatan di kakinya.
Hingga saat ini Deni harus menjalani penanganan intensif oleh tim dokter RSUD Gunung Jati karena luka yang dialaminya cukup parah.
Kejadiannya pun hampir sama. Sekitar pukul 02.00 WIB, Deni yang sedang nongkrong bersama teman-temannya di Jembatan Merah desa setempat tiba-tiba diserang sekelompok pemuda yang mengendarai motor. Setelah melakukan penyerangan tersebut, gerombolan gelandangan bermotor tersebut pun langsung kabur.











