IMQ, Jakarta —
Hingga Medio Maret 2011, realisasi konsumsi BBM bersubsidi mengalami peningkatan dan melampaui kuota yang ditetapkan. Konsumsi premium mencapai 65,02 ribu KL/hari atau 2,3% di atas kuota 63,54 ribu KL/hari, sedangkan konsumsi solar 36,55 ribu KL/hari atau 1,95% di atas kuota 35,85 ribu KL/hari.
Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan untuk menghinadri agar konsumsi BBM subsidi sepanjang tahun ini tidak melampaui kuota yang telah ditetapkan, yaitu 38,59 juta KL, pihaknya meminta BPH Migas untuk meningkatkan standar baku perumusan perhitungan kuota yang bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan kaidah-kaidah transportasi, kepadatan penduduk, tingkat pendapatan masyarakat dan faktor lainnya.
”Hanya minyak tanah yang di bawah kuota, yaitu 5,28 ribu KL/hari atau 16,7% di bawah kuota 6,34 ribu KL/hari,” tukasnya seperti yang dikutip situs resmi ESDM.
Selain itu, lanjut Darwin, pihaknya juga meminta BPH Migas untuk mengevaluasi pelaksanaan dan pendistribusian BBM bersubsidi di tiap-tiap wilayah dan memberikan rekomendasi berkenaan dengan kinerja dan tanggung jawab para pejabat terkait di wilayahnya masing-masing dan meningkatkan standarisasi perhitungan atas jumlah kebutuhan kuota BBM bersubsidi pada tiap-tiap wilayah.











