IMQ, Jakarta —
Seperti dikatakan sejumlah analis, ketakutan terhadap meningkatnya krisis nuklir Jepang akan berimbas pada pasar uang global sudah terbukti pada perdagangan Selasa (15/3).
Hancurnya sebagian besar saham Jepang kemarin yang menggerus nilai transaksi hingga 10% direspons negatif oleh pelaku pasar di Wall Street. Di sesi pertama perdagangan, indeks Dow Jones sempat jatuh hampir 300 poin, namun sedikit menguat sebelum akhirnya ditutup melemah 138 poin, atau lebih dari 1%.
"Situasinya adalah Anda harus melepas saham dulu dan baru bertanya apa yang terjadi," kata Peter Cardillo, chief market economist di perusahaan pialang Avalon Partners.
Investor melepas saham utamanya karena cemas bencana di Jepang akan melemahkan perekonomian dunia. Betapa tidak, Jepang adalah perekonomian terbesar ketiga dunia, yang menghasilkan berbagai produk mulai dari chip komputer hingga mobil dan menyerap 10% ekspor AS.
Selain kekhawatiran terhadap situasi di Negeri Matahari Terbit, investor di Wall Street juga belum bisa memalingkan muka dari konflik politik di kawasan Timur Tengah, yaitu kawasan yang memasok mayoritas kebutuhan minyak dunia.
Sejumlah besar saham sedikit agak tertahan penurunannya setelah bank sentral AS, Federal Reserve, mengatakan perekonomian Negeri Paman Sam sudah menjejak lebih kuat. Namun, meski begitu tercatat 29 dari 30 saham yang menopang Dow Jones tetap ditutup melemah.
Intel Corp., dan Cisco Systems Inc. mengalami penurunan terbesar, sebagian karena keduanya bergantung pada sejumlah produsen komputer dan peranti elektrnik lainnya di Jepang. Insurer Aflac Inc., yang memiliki 75% bisnis di Jepang, turun hampir 6%, penurunan terbesar di kelompok saham yang tergabung dalam S&P 500.
Pada perdagangan kemarin, Dow Jones ditutup turun 137,74 poin, atau 1,1%, menjadi 11.855,42. Indeks S&P jatuh 14,52 poin menjadi 1.281,87.
Pernyataan The Fed menekan harga obligasi pemerintah yang turun dari level tertingginya tahun ini. Biasanya obligasi menguat ketika investor mencari aset yang lebih aman dan jatuh jika ekonomi menggeliat.











