Jakarta (ANTARA) —
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerja sama dengan PT Sumber Berkah (SBS) Sarana meluncurkan produk susu bubuk yang diberi label 'NUCO'.
Peluncuran produk dilakukan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Komisaris PT SBS Ikhsan Abdullah, dan Direktur PT SBS Santo Hartono di gedung PBNU, Jakarta, Selasa.
Menurut Said Aqil, dengan membuka usaha, termasuk susu NUCO, bagi PBNU ini berarti kembali ke khittah dan jatidiri pesantren, yaitu menjadi NU dan warga NU yang berilmu, beramal, dan mandiri.
Said Aqil berharap, usaha susu tersebut mampu membawa kesejahteraan bagi warga NU.
'Itu penting, karena biasanya warga NU itu fuqara (kekurangan) dan masakin (miskin). Sedangkan pengurusnya mustad`afin (dilemahkan). Untuk itu dengan usaha ini semoga kita ke depan makin maju,' katanya.
Sementara itu Santo Hartono menjelaskan, susu NUCO diproduksi di Selandia Baru dengan standar pengawasan mutu yang baik serta telah mendapatkan perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan dengan nomor BPOM RI ML 806701001868.
Saat ini susu NUCO sudah diedarkan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
'Harga untuk konsumen Rp300 ribu per boks untuk wilayah Indonesia bagian barat,' kata Santo.
Menurut Santo, susu NUCO memiliki keistimewaan terbuat dari kolostrum utuh yang terbukti mengandung zat yang berguna bagi kesehatan.
Selain itu juga diperkaya dengan kalsium yang bermanfaat menjaga kesehatan tulang dan gigi, mencegah osteoporosis, mengatur kinerja hormon dalam tubuh, membantu reaksi biologik dalam tubuh, dan memegang peranan penting dalam mengatur fungsi sel.
'Susu NUCO dibuat dengan teknologi `control release` sehingga manfaatnya dapat dirasakan tubuh dalam waktu yang lebih lama,' katanya.











