IMQ, Jakarta —
Pembuat mobil Jepang mengalami kerugian besar akibat hantaman gelombang tsunami pada Jumat (11/3) lalu, bahkan harga saham otomotif berangsur-angsur turun.
Kegiatan produksi industri otomotif di Negeri Sakura telah terhenti dan diperkirakan selama sepekan belum akan ada aktivitas. Menurut Goldman Sach, Toyota akan mengalami kerugian hingga 6 miliar yen (US$73 juta) per hari. Begitu juga dengan Honda dan Nissan, yang akan merugi hingga 2 miliar yen setiap harinya.
Analis Goldman Sach, Kota Yuzawa, mengatakan dampak negatif dari gempa terhadap produsen mobil tak akan berlangsung lama. "Produksi domestik juga tidak terlalu tinggi saat ini, baik dari sudut pandang jangka menengah kita tidak berharap penghentian ini akan menciptakan kerugian besar," ujar Yuzawa dalam catatannya seperti dilansir MarketWatch, Senin (14/3).
Saat ini, setidaknya Toyota akan gagal memproduksi 13.000 kendaraan per hari. Secara total, hampir 45% dari produksi global Toyota dihentikan.
"Tidak hanya Toyota yang terpukul, dealer, pemasok hingga mitra lainnya sangat kecewa," tandas Presiden Toyota, Akio Toyoda.
Sementara itu, Nissan melaporkan empat dari pabriknya telah ditutup pada 16 Maret. Honda akan menghentikan produksi pada 20 Maret. Penutupan pengoperasian ini setara dengan mengurangi 4.000 kendaraan yang diproduksi setiap hari.











