Bandung (ANTARA) —
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar meminta IMM menyalurkan tenaga magang yang perusahaannya mengalami musibah setelah gempa dan tsunami ke perusahaan lain di Jepang.
Menakertrans Muhaimin Iskandar pada acara Rakernas Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa di Bandung, Sabtu, mengatakan, jika mereka tidak tersalur karena perusahaan yang ada juga mengalami kesulitan maka tenaga magang Indonesia akan dikembalikan ke tanah air.
'Kita akan menyalurkan mereka untuk magang di perusahaan besar di tanah air atau kita anjurkan berwiraswasta,' kata Muhaimin.
IMM adalah singkatan dari International Manpower Development of Medium and Small Enterprises.
Dia menjelaskan bahwa kementeriannya sedang menjajagi kerjasama dengan 75 perusahaan besar di Indonesia untuk membuka perusahaannya menerima tenaga magang. 'Sambutannya cukup baik dan kita sedang menjajagi teknis pelaksanannya,' kata Menteri.
Program magang di perusahaan besar di tanah air sudah dirintis sebelum tsunami melanda Jepang.
Di sisi lain dia juga menjelaskan bahwa kementeriannya juga memiliki program wiraswasta untuk melatih dan membentuk wiraswasta baru yang juga membuka lapangan kerja baru.
Ketika menjawab pertanyaan, Muhaimin mengatakan hingga saat ini belum ada laporan tenaga magang di Jepang yang menjadi korban setelah gempa dan tsunami jumat kemarin.
Meski demikian Kemenakertrans membuka Layanan Informasi Online dan Crisis Center Gempa Jepang yang bertujuan sebagai pusat informasi dan memantau keberadaan dan kondisi peserta magang di Jepang.
Saat ini terdapat 31.517 WNI di sana, sebanyak 16.653 orang bekerja pada sektor formal yang sebagian di antaranya bekerja di bidang industri (14.033 orang) dan 1.013 sebagai care giver/perawat.
Mereka bekerja di 62 sektor bisnis di Jepang dengan masa kerja selama tiga tahun.
Data Kemenakertrans terakhir menyebutkan ??19 peserta magang di Shizuoka, 17 di Yamaguchi, 83 di Ishikawa, 12 di Fukui, 36 di Hyogo, 10 di Ibaraki, 2 di Tokyo, 8 di Osaka, 36 di Hiroshima, 26 di Iwate, 21 Miyagi, 11 Fukushima, 22 di Shikamachi, 163 di Shubuka, 9 di Hamamatsu. Lainnya di Nigata dan Gunma dan kesemuanya dalam keadaan selamat.
Sementara dua orang di Fukushima belum berhasil dihubungi. Tim Kemenakertrans terus memantau daerah-daerah yang belum berhasil diketahui kondisi terakhirnya.











