Mataram (ANTARA) —
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Barat akan segera mengumumkan hasil kajian lagu 'Udin Sedunia' yang menuai protes dari sebagian masyarakat di daerah ini.
Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB Sukri Aruman di Mataram, Sabtu, mengatakan pihaknya bersama ulama dan budayawan/seniman sedang mengkaji lirik lagu 'Udin Sedunia' yang diciptakan dan dinyanyikan oleh pemuda asal Lombok Sualudin (26).
'Kami mengkaji secara mendalam lagu itu baik versi bahasa Indonesia maupun Sasak (Lombok) untuk memastikan apakah lagu yang sering disiarkan radio maupun televisi itu melanggar pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3SPS) atau tidak, kemudian hasilnya diumumkan kepada publik,' ujarnya.
Ia mengakui sehubungan dengan semakin tenarnya lagu Udin Sedunia itu pihaknya menerima pengaduan dari sebagian masyarakat terutama yang namanya dijadikan lirik lagu tersebut karena terkesan melecehkan pribadi yang bersangkutan.
Menurut dia, ada sejumlah lirik lagu tersebut yang menimbulkan ketersinggungan karena terkesan melecehkan, seperti 'Udin yang suka ke WC namanya Tahirudin', 'Udin yang agak stres namanya Sarafudin', dan 'Udin penggembala namanya Sapiudin'.
Karena itu, kata Sukri, kalau memang nantinya ditemukan unsur pelanggaran terhadap P3SPS, KPID NTB akan mengeluarkan larangan penyiaran lagu Udin Sedunia baik di radio maupun televisi.
'Ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,' katanya.
Dalam UU No. 32/2002 tentang Penyiaran maupun P3SPS secara tegas menyebutkan isi siaran dilarang memperolok, merendahkan, melecehkan, dan atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia, atau merusak hubungan internasional.
'Lagu-lagu yang diputar juga demikian, jangan sampai liriknya mengandung muatan tidak pantas, apalagi sampai menyinggung perasaan seseorang atau kelompok tertentu. Ini jelas tidak bisa dibenarkan,' katanya.
Ia mengatakan, sebagai sebuah karya seni lagu tersebut memang layak untuk dikonsumsi publik, namun yang menjadi persoalan adanya lirik lagu tersebut yang menyinggung perasaan orang lain.
'Karena itu kami menyarankan sebagian lirik lagu yang bermasalah tersebut dihilangkan,' kata Sukri.











