Tokyo (ANTARA/Reuters) —
Perkembangan keadaan pasca gempa bumi berkekuatan 8,8 pada skala Richter yang memicu tsunami pada Jumat di Jepang mendesak pemerintah setempat mengumumkan kebocoran radiasi tingkat kecil di satu pembangkit tenaga nuklir di Fukushima, kantor berita Reuters melaporkan pada Sabtu.
Sebanyak 3 ribu penduduk yang tinggal di sekitar pembangkit tenaga nuklir di Prefektur Fukushima sejauh 240 kilometer di utara Tokyo diungsikan dari kawasan tersebut setelah pemerintah mengumumkan radiasi tingkat kecil dan meluaskan kawasan pengungsian di sekitar pembangkit.
Menurut Reuters yang mengutip media setempat bahwa jumlah korban tewas dilaporkan melebihi seribu jiwa yang kebanyakan meninggal dunia akibat tenggelam.
Selain itu kota Kesennuma di wilayah timurlaut yang berpopulasi sebanyak 74 ribu jiwa mengalami kebakaran yang tersebar luas dengan sepertiga kota itu tenggelam, kata media menambahkan bahwa kebakaran juga terjadi di kawasan pinggir pantai kota Sendai di wilayah utara.
Gempa bumi kuat juga mengguncang Jepang baratlaut yang memicu tsunami setinggi 10 meter sehingga menyapu tempat tinggal, kendaraan, dan lahan pertanian.
Sejumlah peringatan siaga tsunami telah diumumkan bagi seluruh kawasan Pasifik kecuali daratan besar seperti Amerika Serikat dan Kanada namun kewaspadaan akan tsunami di luar wilayah Jepang sangatlah besar.
Para pemimpin partai berkuasa serta oposisi Jepang setuju atas kebutuhan penyusunan anggaran tambahan terhadap bencana tersebut.
Bank Jepang akan melaksanakan pertemuan yang membahas kebijakan pada Senin dan mengumumkan keputusan di hari yang sama. Bank sentral tersebut berjanji akan melakukan upaya terbaik untuk memastikan kestabilan pasar uang.
Menurut seorang pengamat perindustrian mengatakan bahwa jumlah kerugian akibat gempa tersebut mungkin mencapai 15 miliar dolar AS.
Sejumlah warga di ibu kota Jepang, Tokyo, banyak yang tinggal di kantor karena angkutan umum tidak dioperasikan. Sejumlah jalur kereta bawah tanah di Tokyo akan kembali beroperasi namun banyak kereta yang belum berjalan dan jalan raya masih ditutup, kata media.
Bencana tersebut menyebabkan harga minyak, logam, dan gandum merosot tajam akibat dampak permintaannya sehingga menjadi penurunan posisi terbesar dalam beberapa bulan.
Mata uang yen meningkat secara tajam akibat resiko keengganan oleh para penanam modal asal Jepang dan harapan repatriasi oleh perusahaan asuransi Jepang selain harga minyak bumi yang melonjak kepada lebih dari 3 dolar per barel.
Saham asal Jepang yang diperdagangkan di New York merosot tajam, yang sebelumnya ekuitas berjangka Jepang jatuh sebesar 3,3 persen.
Bursa Saham Tokyo berencana untuk membuka perdagangan saham secara normal pada Senin.
Selain itu seluruh pelabuhan di Jepang tutup dan menghentikan operasi, demikian lapor pemilik kapal.











