IMQ, Jakarta —
Bursa Asia pada pembukaan perdagangan Jumat (11/3) melemah sebagai tanda-tanda ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan Afrika Utara, yang dipicu oleh kekhawatiran lonjakan harga minyak sehingga merusak pertumbuhan ekonomi global.
Laporan pada Kamis (10/3), Polisi Arab Saudi menembakkan peluru karet untuk membubarkan sekitar 200 pengunjuk rasa Syiah di kota Timur Qatif, sebelumnya lembaga pemeringkat Moody's Investors Services menurunkan peringkat utang pemerintah Spanyil dan defisit perdagangan China.
Wall Street pun melemah, ditandai dengan indeks Dow Jones anjlok 1,9%, mengupas keuntungan terbesar sejak 11 Agustus 2010.
"Kerusuhan baru-baru ini di Timur Tengah menyebar ke Arab Saudi, memicu kekhawatiran di pasar keuangan seluruh dunia," ujar nalias HMC Investasi Kim Joong Won sepert dilansir MarketWatch, Jumat (11/3).
Bursa Nikkei turun 0,9%, S & P/ASX 200 pun turun 0,7%, Kospi kehilangan 0,9%, begitu juga dengan NZX-50 turun 0,6%. Sedangkan DJIA berjangka naik 28 poin, minyak mentah untuk pengiriman April naik 12 sen menjadi US$102,82 per barel.
Meskipun fundamental Jepang saat ini susah, investor sudah membuat keputusan yang dilatarbelakangi oleh kerusuhan Libya," ujar Hirochi Nishi, divisi ekuitas Nikko Securities Cordial.
Pasar Korea kembali diterpa oleh penjualan investor asing. Mereka menjual KRW sebanyak 66,7 miliar saham. Saham perusahaan konstruksi pun melemah karena bisnis mereka terkena dampak Timur Tengah.
Pasar valuta asing, euro diperdagangkan cukup ketat terhadap dolar AS dna yen. Dolar didukung oleh permintaan "safe heaven". Eruo berada pada $1,3809, dari $1,3799 di akhir perdagangan New York Kamis, dan di Y114.55, dari Y114.36. Dolar berada di Y82.92, dari Y82.98.
obligasi pemerintah Jepang naik tajam, didorong oleh keuntungan yang solid sebesar US Treasurys Kamis serta kerugian awal Nikkei's. The JGB memimpin Kontrak berjangka naik 0,33 pada 138,87 poin, sementara JGBs kas 10 tahun masih untraded setelah berakhir Kamis dengan hasil 1,295%.
Spot emas berada di $1,413.10 per troy ounce, naik $2,00 dari perusahaan pemukiman New York Kamis (10/3).











