IMQ, Jakarta —
PT Arpeni Ocean Line Tbk (APOL) baru saja melaporkan neraca keuangan untuk kuartal ketiga 2010. Sayang, perseroan belum mampu mencetak keuntungan malah rugi hingga Rp1 triliun.
Kerugian perseroan meningkat secara signifikan mencapai Rp1,067 triliun, atau 90,21% per September 2010, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp561,216 miliar.
Demikian keterbukaan informasi perseroan ke BEI, Senin (7/3). Lonjakan kerugian ini dipicu penurunan pendapatan jasa hingga 30%, menjadi Rp1,053 triliun dari Rp1,292 triliun, ditambah dengan kerugian atas penurunan nilai aset keuangan hingga Rp412,313 miliar, ketimbang sebelumnya Rp51,433 miliar.
Bukan hanya itu saja, perseroan terpaksa memiliki kerugian atas penurunan nilai aset tetap mencapai Rp245,389 miliar. Kerugian selisih kurs pun berperan aktif dalam penurunan keuntungan perseroan sekitar Rp67,014 miliar. Penghasilan bunga berbalik jadi rugi, namun berhasil diturunkan dari Rp6,658 miliar kini menjadi Rp4,109 miliar.
Di lain sisi, perseroan mampu menekan beban jasa dari Rp1,036 triliun, per September 2010 menjadi Rp939,113 miliar. Beban pajak penghasilan pun berhasil diturunkan dari Rp27,137 miliar, menjadi Rp13,791 miliar. Kewajiban derivatif perseroan turun dari Rp558,580 miliar, menjadi Rp410,721 miliar.
Menyoal kewajiban, perseroan berhasil menurunkan sejumlah utang. Utang pajak turun dari Rp37,460 miliar, kini Rp34,132 miliar, pendapatan yang ditangguhkan pun turun dari Rp4,045 miliar menjadi Rp3,435 miliar. Sayang, utang bank jangka pendeknya meningkat dari Rp519,843 miliar menjadi Rp575,840 miliar.











