IMQ, Jakarta —
Hasil identifikasi sementara, cadangan gas yang terdapat di lapisan batuan dangkal (shale gas) di Indonesia saat ini terdapat di 4 wilayah yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua.
Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo mengatakan pemnerintah akan terus melakukan pengembangan shale gas disebabkan sumber dayanya yang cukup besar.
“Negara yang telah mengembangkan shale gas terlebih dahulu dan cukup berhasil adalah Amerika Serikat,” tuturnya seperti yang dirilis situs resmi ESDM.
Menurut Evita untuk wilayah Sumatera, cadangan shale gas terdapat di di 3 basin yaitu Baong Shale, Telisa Shale dan Gumai Shale, untuk wilayah Papua, shale gas berada di Klasafet Formation, sedangkan di wilayah pulau Jawa cadangan shale gas berada di 2 basin, serta juga di Kalimantan.
Semenatara itu hal senada diungkapkan Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas, A. Edy Hermantoro yang mengatakan investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan shale gas tersebut sekitar US$ 8 juta per sumur.
“Angka ini lebih besar dibandingkan dengan negara lain seperti Amerika Serikat yang biaya pengeboran per sumur hanya sekitar US$ 2-3 juta, disebabkan kondisi daerah Indonesia yang cukup sulit,” tuturnya.
Edy menambahkan untuk melakukan pengeboran sumur shale gas diperlukan kedalaman sekitar 600 meter, semantara di negara lain cukup dengan kedalaman 400 meter saja.











