IMQ, Jakarta —
Data Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengemukan Indonesia merupakan negara penyimpan cadangan panas bumi terbesar di dunia yaitu sebesar 40%.
Dalam keterangan yang dikutip dari situs resmi ESDM (4/3), Dari total tersebut yang baru dimanfaatkan hanya sekitar 4,2% atau sebesar 1.100 MW dari cadangan panas bumi nasional yang mencapai sekitar 28 MWe atau setara dengan 12 miliar barel.
Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah yang paling banyak menyimpan cadangan panas bumi yaitu sebesar 6.096 MW yang terdiri dari 40 titik manifestasi.
Di Jawa Barat juga terdapat 7 Wilayah Kerja Tambang (WKP) terdiri dari 4 (satu) WKP Panas Bumi yang telah ditetapkan sebelum terbitnya UU No. 27/2003, yaitu WKP Cibeureum Parabakti, WKP Pangalengan, WKP Kamojang-Darajat dan WKP Karaha-Cakrabuana dan 3 (dua) WKP Panas Bumi yang telah ditetapkan setelah terbitnya UU No. 27/2003, yaitu WKP Tangkuban Parahu, WKP Tampomas dan WKP Cisolok Cisukarame.
Selain itu terdapat pula 2 (dua) pengusahaan panas bumi untuk skala kecil yaitu wilayah Cibuni dan Ciater, Tangkuban Perahu
Untuk di Jawa Barat hingga saat ini PLTP yang telah berproduksi antara lain Chevron G Salak, Ltd dengan kapasitas 375 MW, Star Energy Geothermal, Ltd (SEGL) Wayang Windu dengan kapasitas 227 MW, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Kamojang dengan kapasitas 200 MW dan Chevron Geothermal Indonesia, Ltd (CGI) Darajat dengan kapasitas 255 MW, dengan total keseluruhan panas bumi yang sudah diproduksikan sebesar 1.057 MW.











