IMQ, Jakarta —
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melakukan kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk petukaran data dan informasi statistik penanaman modal.
Kepala BKPM, Gita Wiryawan mengatakan kerjasama ini tidak dimaksudkan untuk menyamakan data, namun lebih mengupayakan agar data statistik penanaman modal bisa memberikan gambaran yang lebih akurat dan utuh tentang kegiatan penanaman modal.
“Dengan adanya kerjasama ini, maka diharapkan dapat membangun statistik penanaman modal yang handal, akurat, efektif dan efisien,” tukasnya dalam kepada wartawan usai kesepahaman bersama (memorandum of understanding/MOU), di Jakarta, Jumat (4/3).
Menurut Gita, ruang lingkup kerjasama ini meliputi pemetaan konsep statistik penanaman modal, sinkronisasi data statistik penanaman modal, pengumpulan data dan informasi statistik penanaman modal, evaluasi data dan informasi statistik penanaman modal, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang statistik penanaman modal.
Saat ini ada 4 jenis data statistik terkait kegiatan penanaman modal antara lain data pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dari statistik Pendapatan Daerah Bruto (PDB) yang disusun BPS, data perkembangan rencana dan realisasi penanaman modal yang disusun BKPM, data investasi langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI) yang merupakan bagian dari statistik neraca pembayaran yang disusun Bank Indonesia, dan data statistik kegiatan investasi portofolio yang disusun oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).











