Bandung (ANTARA) —
Wakil Gubernur Jawa Barat H Dede Yusuf mengatakan, dunia perfilman Indonesia sudah cukup lama tidak melahirkan sosok 'hero' atau yang berkarakter pahlawan dalam karya-karya yang muncul.
'Minimal dalam satu dasawarsa terakhir, perfilman Indonesia saat ini perlu memunculkan sosok `hero`, selama ini tidak ada muncul. Sosok `hero` perlu sebagai magnet bagi perfilman nasional,' kata Wagub yang juga mantan artis film laga itu di Bandung, Kamis.
Dede Yusuf pernah menjadi salah satu pemeran sosok 'hero' dalam perfilman Indonesia pada tahun 1990-an lewat perannya sebagai penumpas kejahatan dan pembela yang lemah.
Menurut Dede, melahirkan seorang 'hero' dalam perfilman sangat penting, karena akan menjadi magnet yang meningkatkan kepedulian dan keingintahuan publik terhadap film-film terbaru yang dibintangi sang 'hero'.
Ia menyebutkan, tempo dulu ada nama-nama yang melekat sebagai 'hero' seperti Ratno Timur melalui Si Pitung tahun 1970-an, Barry Frima dan Adven Bangun dan Deddy Mizwar tahun 1980-an di film-film laga dan dirinya yang mewakili 1990-an.
'Terhentinya peredaran film Hollywood di Indonesia, seharusnya menjadi peluang bagi perfilman Indonesia untuk melahirkan karyanya, termasuk film-film laga yang masih diminati pasar Indonesia,' kata Dede Yusuf.
Menurut Dede, perlu ada keragaman tema dan karakter film nasional saat ini dengan memanfaatkan pasar yang masih terbuka.
'Film Hollywood salah satunya film laga yang diminati penonton di Indonesia, itu kesempatan memunculkan sosok hero yang bisa menjadi magnet perfilman, sekaligus menumbuhkan karakter dan semangat lewat film,' katanya.
Pada kesempatan itu, Dede Yusuf juga berharap munculnya film-film daerah dan tidak hanya berlogat kedaerahan.
'Film daerah memunculkan semangat, karakter, sejarah dan nilai-nilai suatu daerah. Jadi bukan hanya bersifat kedaerahan dengan logat bicaranya saja. Film daerah perlu dan seharusnya didukung oleh pemerintah,' kata Dede Yusuf.
Meski demikian, kata dia bukan berarti film saat ini kurang bagus, namun perlu ada variatif termasuk misi untuk memunculkan tokoh 'hero' yang menjadi magnet masyarakat.
Ia mencontohkan nama-nama hero di Hollywood yang menjadi magnit dan jaminan produk filmnya 'box office' yakni Silvester Stallone, Sean Connery, Arnold Schwarzenegger, Bruce Willis serta yang lainnya.











