IMQ, Jakarta —
Fitch Rating merevisi "outlook" tujuh bank di Indonesia menjadi positif. Mereka adalah Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank OCBC NISP, BII, dan Bank CIMB Niaga.
Pada saat yang sama, Fitch Rating telah merevisi rating Bank Mandiri, BRI, dan BNI ke "BB+" dari "BB". Revisi pandangan ini berikut perubahan terbaru Fitch dalam "outlook" di Indonesia Long-Term IDRs dari "BB +" untuk Positif dari Stabil.
Fitch telah memperhitungkan kecenderungan dukungan yang tinggi dari pemerintah untuk Bank Mandiri, BRI dan BNI dalam ke peringkat 3 karena pentingnya sistemik mereka terhadap ekonomi Indonesia dan status kepemilikan pemerintah. Bahkan Fitch mengharapkan kemampuan pemerintah untuk menyediakan dukungan - jika diperlukan - untuk secara bertahap.
Hal ini tercermin dalam revisi "Support Rating Floor" yang sekarang cocok dengan tiga bank yang berstatus "BB+" IDRs LT. Hal ini pun sejalan dengan IDRs dengan pandangan positif, mendukung revisi yang berkaitan dengan Outlook dari tiga bank untuk positif.
Secara terpisah, pandanga positif di BCA mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa kinerja bank sudah kuat mungkin akan mendapatkan keuntungan dari kondisi ekonomi yang terus membaik di Indonesia. Fitch mencatat kinerja tersebut di atas rata-rata keuangan BCA, bahkan selama krisis ekonomi tahun 2008/2009.
Sementara itu, Outlook Positif di CIMB Niaga, OCBC NISP, dan BII mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa bank-bank akan ditingkatkan dalam hal "upgrade sovereign" rating. Peringkat ketiga bank ini didorong oleh dukungan yang kuat dari bank asing- sebagiamana orang tua-yang dinilai lebih tinggi dari "sovereign" rating Indonesia.
Secara umum, Fitch mengharapkan bank-bank Indonesia untuk terus menunjukkan profitabilitas yang kuat pada 2011 karena permintaan pinjaman yang kuat dan biaya kredit dikelola harus mengimbangi tekanan pada marjin dari persaingan dan, berpotensi, biaya pendanaan yang lebih tinggi.
Fitch juga mengharapkan rasio modal bank mempermudah, namun tetap memuaskan untuk perlindungan terhadap kerugian, dengan harapan konsisi ekonomi Indonesia yang menguntungkan. Rencana untuk mengurangi pembayaran dividen dan menyuntikkan modal baru, jika diperlukan, juga mengurangi tekanan pada rasio modal yang berasal dari moderator tapi masih pertumbuhan kredit cepat dan dari penerapan Basel II risiko operasional pada tahun 2011.
Peringkat bank-bank milik asing di Indonesia juga dapat mengambil keuntungan dengan pertumbuhan pinjaman mereka yang cepat dan pendapatan yang dapat dipertahankan yang teridir dari kualitas aset, modal dan likuiditas.











