Jakarta (ANTARA) —
Produsen susu formula memberi apresiasi terhadap rencana penelitian ulang yang akan dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) karena tidak hanya berguna untuk produsen tapi juga bisa meredam keresahan masyarakat.
'Kami mempersilahkan pemerintah jika ingin mengambil sampel produknya untuk penelitian ulang. Apalagi produk yang dihasilkan oleh perusahaannya sudah beredar di pasaran,' kata Threat Marketing Director Frisian Flag Indonesia Hendro H Poedjono di Bekasi, Jumat.
Usai memberi beasiswa kepada 3.290 siswa SD/SMP Jakarta, Banten dan Jabar di SD Segara Makmur, Marunda, Bekasi, Hendro mengaku tidak takut dengan penelitian ulang ini akan merusak citra perusahaanya karena sudah merupakan hak pemerintah untuk melakukan penelitian.
Namun, ia meminta pemerintah menggunakan metode yang sesuai dengan standar internasional. 'Pakai standar WHO, jangan pakai metode sendiri karena kami takutkan ada kontaminasi dari benda-benda yang kotor,' ujarnya.
Hendro lebih lanjut menyatakan pihaknya siap dipanggil oleh pemerintah jika memang ada rapat bersama untuk menjelaskan apa saja yang diproduksi dan bagaimana proses produksinya.
Pada 2009 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengambil sampel produksi susu formula dari merek Frisan Flag. Hasilnya, sampel produksinya bebas dari bakteri enterobacter sakazakii, tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan standar produksi susu Frisian Flag sudah sesuai dengan standar yang diakui dunia (HCCP). Selain itu juga perusahaannya sudah mendapatkan sertifikat ISO. Dirinya menegaskan, masalah dalam susu formula ini harus jelas secepatnya karena konsumsi susu di Indonesia sangat tinggi.
'Tidak ada penurunan jumlah produksi dari pemberitaan susu formula berbakteri ini,' katanya.
Sementara itu, Director Merchandising and Marketing Matahari Food Business PT Matahari Putra Prima Meshvara Kanjaya mengatakan memang harus ada penelitian ulang akan pedebatan susu formula ini berbakteri ini.
Hal ini untuk memenuhi rasa keadilan bagi produsen susu formula yang produksinya bermutu baik. 'Sangat tidak fair kalau ada yang dirugikan dari masalah ini. Dan kami harap media jangan terlalu membesarkan akan hal ini,' katanya.
Meshvara menyatakan, sisi positifnya dari persoalan ini ialah semua produsen lebih waspada dan benar-benar menjaga kualitas produksinya.
Mendiknas Mohammad Nuh telah mengintsruksikan kepada IPB untuk melakukan penelitian ulang dengan metode surveillance. Nanti, hasil dari penelitian tersebut akan mengumumkan merek produk susu yang diteliti dengan kurun waktu enam bulan ke depan.
Sebelumnya Presiden Direktur Frisan Flag Indonesia, Cees Ruygrok secara simbolis menyerahkan beasiswa kepada 3.290 siswa SD kepada 3.290 siswa SD/SMP Jakarta, Banten dan Jabar bertempat di SD Negeri Segara Makmur, Kecamatan Taruma Jaya Bekasi.
Pemberian beasiswa itu merupakan rangkaian dari pemberian beasiswa kepada murid-murid yang memiliki latar belakang ekonomi lemah di sejumlah kota dan propinsi di Tanah Air yang merupakan hasil survei lembaga Gerakan Nasional Orang tua Asuh (GNOTA).











