Padang (ANTARA) —
Puluhan suporter kesebelasan PS Semen Padang atau 'The Kmers' membakar belasan poto Ketua Umum PSSI, Nurdin Khalid sebagai wujud menolak Nurdin kembali maju menjadi orang nomor satu di organisasi sepakbola Indonesia itu.
Pembakaran dilakukan saat The Kmers menggelar demontrasi di luar stadion H Agus Salim Padang, Selasa malam.
Para demonstran membuat api unggun lalu membakar poto-poto Nurdin Khalid sekaligus wujud keprihatinan The Kmers yang menilai telah matinya demokrasi di PSSI.
Sebelum dibakar, para demontrans juga menginjak-injak poto-poto Nurdin Khalid lalu melemparkannya ke dalam api unggun.
Para suporter itu juga menyanyikan lagu-lagu sindiran terhadap Nurdin, sekaligus menolak politisi itu kembali maju memimpin PSSI dalam Kongres Nasional PSSI 2011.
Beberapa demontrans juga melakukan orasi yang intinya mengecam mandeknya prestasi Indonesia di kompetisi sepakbola internasional dan kacaunya penyelenggaraan kompetisi di tanah air.
Para demontrans juga mengancam akan menduduki kantor PSSI daerah Sumbar, apabila aspirasi mereka tidak digubris oleh pengurus PSSI.
'Kami akan duduki kantor PSSI Sumbar, jika Nurdin masih maju dalam pemilihan ketua PSSI,' kata koordinator The Kmers Yogi.
Ia menyebutkan, aksi malam itu adalah awal dari demontrasi suporter Padang dan akan terus menggalang kekuatan lebih besar untuk menolak Nurdin.
Aksi ini mendapat simpati warga kota Padang yang tengah melintas dan berada di kawasan Stadion H Agus Salim. Banyak warga kemudian bergabung dengan demonstan dan turut memberikan kecaman atas kembali majunya Nurdin dalam pemilihan ketua PSSI.
Demontrasi berlangsung damai itu berakhir ditandai matinya api unggun simbol matinya demokrasi dalam kegiatan pemilihan ketua PSSI, tambahnya.











