IMQ, Jakarta —
Pasar Properti di Asia tahun lalu telah menghabiskan dana sekitar US$63 miliar (S$80 juta), atau mengalami kenaikan sekitar 59% bila dibandingkan tahun 2009. Transaksi ini dipacu dari pemulihan ekonomi setelah resesi.
Naiknya harga properti di Hong Kong dan Tokyo hampir separuh dari total yang dibelanjakan menurut penelitian, tumbuh prihatin sebab aliran kas asing yang besar menyebabkan gelembung aset.
Angka-angka dari konsultan real estate CB Richard Ellis-peningkatan dari US$39,2 miliar dihabiskan pada tahun 2009. "Pasar real estate Asia dapat dinikmati pada akhir tahun dan harga properti prima," kata Nick Axford, kepala konsultasi tentang penelitian untuk kawasan Asia-Pasifik. "Prospek pasar tetap umumnya optimis," tambahnya.
Harga di Hong Kong telah melonjak 50% dalam dua tahun terakhir karena suku bunga rendah, ekonomi yang kuat dan masuknya pembeli daratan yang membentuk sebagian besar pembelian, khususnya rumah mewah.











