IMQ, Jakarta —
Seiring dengan naiknya harga minyak dunia, harga timah dunia kembali menembus rekor baru, yakni US$30.099 per ton. Selain harga minyak, keterbatasan pasokan dari Pulau Bangka, sebagai salah satu penghasil timah terbsar dunia juga tersendat seiring dengan musim hujan.
Seperti dilansir Bloomberg, harga timah di London juga naik pada level tertinggi, sekitar 1% menjadi US$30.400 per ton, karena pasokan dari logam yang digunakan untuk solder dengan permintaannya hingga 2012. Timah logam pun berkinerja baik yang diperdagangkan di LME, kendatipun tahun lalu berkurangnya pasokan dari Indonesia, eksportir terbesar dunia.
Timah naik untuk kesembilan hari, atua terpanjang sejak September 2010. Beberapa analis memproyeksikan harga timah dalam waktu sebulan ke depan akan mencapai US$ 34 ribu dan hingga akhir 2011 mencapai US$ 40.000.
Selain itu, Goldman Sach Group Inc memperkirakan Oktober ini tembaga akan diperdagangkan pada lecel US$11.000 ton, sementara Standard Chaeteres Plc melihat pada Agustus harga logam akan naik menjadi US$12 per ton.
Tembaga selama tiga bulan naik 1,2% menjadi US$9,860 per metrik ton, melampaui puncaknya kemarin US$9.782. Logam ini pun meraih keuntungan pada bulan ketujuh pada Januari, jangka yang terbaik sejak delapan bulan di 2009.











