Jakarta (ANTARA) —
Perusahaan Otobus (PO) Mayasari Bakti merasa keberatan dengan pengalihan enam trayek bus regulernya karena berhimpitan dengan jalur Bus Transjakarta Koridor IX (Pinangranti _ Pluit).
Kepala Personalia Mayasari Bakti, Ajang Sodikin, di Jakarta, Selasa mengatakan mereka keberatan karena ada 800 pegawai berupa sopir dan kernet yang menganggur karena bus mereka tidak beroperasi.
Mayasari Bakti juga keberatan karena salah satu trayek bus reguler yaitu P6 dimana 50 bus dari total 135 bus merupakan bus baru harus berhenti beroperasi.
Ajang mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat keberatan kepada Dinas Perhubungan DKI pada dua pekan yang lalu.
'Dalam surat, kami meminta agar 9 trayek itu tetap pada rute saat ini. Namun jalan yang diambil melalui jalan tol, sehingga tidak mengganggu busway,' katanya.
Ajang menjelaskan 800 pegawai Mayasari Bakti yang menganggur berasal dari satu unit bus yang rata-rata dioperasikan oleh 2 supir dan 4 kondektur dengan jumlah 135 bus P6 yang beroperasi.
Dia menjelaskan tidak semua sopir bisa mengikuti seleksi sopir bus Transjakarta dengan syarat minimal lulusan SLTA, karena rata-rata sopir Mayasari merupakan lulusan SD.
Ajang menjelaskan rincian sopir Mayasari Bakti yaitu lulusan SLTA sebanyak 10 persen, lulusan SLTP sebanyak 25 persen, dan lulusan SD sebanyak 65 persen.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menghentikan tiga trayek Perusahaan Pengangkutan Djakarta dan enam trayek Mayasari Bakti yang berhimpitan dengan jalur bus Transjakarta Koridor IX (Pinangranti-Pluit) mulai Selasa.
'Hari ini sudah mulai. Kami tidak langsung penindakan, hanya menghalau saja sifatnya, jadi masih sosialisasi. Minggu depan baru dilakukan penilangan jika bus tidak menurut,' kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono di Jakarta, Selasa.
Dishub berani meniadakan sembilan trayek bus reguler karena yakin jumlah bus Transjakarta mencukupi untuk mengangkut penumpang dari pengalihan trayek tersebut.
'Armada bus Transjakarta sekarang ada 524 unit. Sifatnya cair jadi tidak khusus beroperasi di koridor tertentu. Dan untuk mengatasi lonjakan penumpang tahun depan kami menambah 44 unit bus gandeng,' kata Pristono.
Dishub mengerahkan 80 petugas untuk pengalihan trayek bus reguler tersebut.
Trayek bus reguler yang dialihkan yaitu tiga trayek Perusahaan Penangkutan Djakarta (PPD) dan enam trayek Mayasari Bakti dengan jumlah bus sebanyak 189 unit.
Tiga trayek PPD yang dialihkan yaitu PAC 13 jurusan Kampung Rambutan-Muara Angke, PPD 46 jurusan Kampung Rambutan-Grogol, dan P37 jurusan Blok M-Muara Angke.
Untuk trayek Mayasari Bakti antara lain P6B jurusan Kampung Rambutan-Muara Angke, PAC74 jurusan Kampung Rambutan-Tangerang, P6 jurusan Cililitan-Grogol, P39 jurusan Grogol-Bekasi, P6A jurusan Kampung Rambutan-Kalideres, dan PAC26 jurusan Grogol-Bekasi.
Sebelumnya Pristono mengatakan pihaknya tidak bisa mengatur penggunaan bus-bus dari pengalihan trayek reguler yang berhimpitan dengan koridor IX dan X Transjakarta.
Pristono di Jakarta, Selasa (18/1) mengatakan penggunaan bus dari pengalihan trayek tersebut menjadi kewenangan perusahaan otobus pemilik izin trayek yang dialihkan tersebut.
'Dishub tidak bisa mengintervensi ke mana mereka harus mengalihkan bus-bus itu,' kata Pristono.
Pristono mengatakan pemilik trayek telah sepakat untuk mengalihkan trayek bus yang berhimpitan dengan Transjakarta koridor IX.











