Jakarta (ANTARA) —
Anggota Komisi X DPR RI (bidang Pendidikan Nasional, Pemuda dan Olahraga) dari Fraksi Partai Demokrat, Angelina Sondakh mengharapkan kontroversi kasus buku `SBY` yang beredar di beberapa sekolah di Pulau Jawa, jangan lagi terulang.
'Makanya, (peredaran) buku harus diatur mulai dari hulu ke hilir, supaya tidak ada kasus buku seperti itu,' katanya melalui ANTARA di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan itu terkait dengan upaya pihak fraksinya untuk mendorong percepatan penerbitan buku-buku bagi anak didik, sekaligus mengomentari singkat kontroversi peredaran seri buku `SBY` di Jawa Tengah.
Mantan Putri Indonesia ini mengingatkan, kebutuhan buku bagi para siswa di berbagai sekolah di Indonesia sekarang masih sangat jauh dari memadai.
'Ingat, buku harus menjadi haknya para siswa. Makanya, jangan sampai upaya pihak anak bangsa memenuhi kebutuhan akan buku di tingkat sekolah, lalu dianggap kontroversi,' katanya.
Ia berulangkali mengingatkan, agar sudah saatnya seluruh penerbitan dan peredaran buku itu diatur mulai dari hulu hingga ke hilir, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.
'Sekali lagi kami harus tegaskan, buku harus menjadi haknya para siswa di mana pun,' ujar Angelina Sondakh lagi.











