Banda Aceh (ANTARA) —
Pesawat generasi baru PT Garuda Indonesia yang menggunakan logo 'tempo doeloe', mendarat mulus di bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu, sekitar pukul 15.50 WIB.
General Manajer (GM) PT Garuda Indonesia Banda Aceh, Dwi Krisbiantoro, menjelaskan penggunaan logo 'tempoe doeloe' tersebut dalam rangka memperingati HUT ke-62 perusahaan penerbangan itu.
'Penggunaan logo bersejarah itu sebagai bentuk kilas balik lahirnya perusahaan penerbangan Garuda. Penerbangan ke Aceh itu juga adalah untuk mengingatkan kita semua tentang sejarah Garuda Indonesia,' katanya menjelaskan.
Masyarakat Aceh, sebelum perusahaan penerbangan PT Garuda ada, menyumbang satu pesawat 'Seulawah RI001' sekitar 1948 yang kemudian menjadi cikal bakal pesawat Garuda Indonesia, dan penerbangan dengan logo 'tempo doeloe' itu untuk mengingatkan sejarah masa lalu.
Pesawat garuda jenis boeing 737-800 berlogo 'tempoe doeloe' yang mengangkut sebanyak 159 penumpang dari Jakarta dan Medan itu dibadannya tertulis 'Garuda Indonesian Airways' dengan cat berwarna merah.
'Jika dibodinya tertulis tahun 1961-1969, menunjukkan bahwa logo tersebut ketika itu digunakan selama delapan tahun, sebelum menggunakan logo seperti sekarang,' kata Dwi Kristianto.
Pesawat yang dipiloti Capt Siswo itu merupakan generasi baru milik perusahaan penerbangan plat 'merah'. Logo 'tempoe doeloe' itu hanya berlaku untuk sekali penerbangan yakni Jakarta-Medan-Banda Aceh, kata dia.
'Pesawat itu baru dua minggu tiba dari perusahaan Boeing, dan langsung kami operasikan untuk melayani penerbangan tujuan Banda Aceh,' katanya menegaskan.
Garuda memiliki sejarah panjang yang tidak bisa dilepaskan dengan masyarakat Aceh, karena cikal bakal perusahaan penerbangan tersebut lahir dari provinsi itu, dengan pesawat perdananya 'Seulawah RI001'.
'Kami akan terus mendukung pembangunan Aceh, khususnya ikut berpartisipasi dalam upaya mewujudkan daerah ini sebagai tujuan wisata nusantara dan mancanegara,' kata dia menjelaskan.











