Jakarta (ANTARA) —
PT Pos Indonesia (Persero) meluncurkan Prangko Istimewa seri 'Tahun Kelinci' dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2652 dan merupakan kelanjutan program penerbitan prangko seri shio yang telah dilaksanakan sejak 2007.
'Penerbitan seri Tahun Kelinci 2562 merupakan lanjutan penerbitan seri shio tahun-tahun sebelumnya,' kata Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), I Ketut Marjana, dalam acara peluncuran yang digelar di Kantor Filateli Jakarta, Rabu.
Ketut memaparkan, penerbitan prangko seri shio dilaksanakan pertama kali pada 14 Februari 2007, yaitu dengan peluncuran seri 12 lambang shio mulai dari tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.
Selanjutnya prangko seri Tahun Tikus pada 18 Maret 2008, seri Tahun Kerbau pada 10 Januari 2009, dan seri Tahun Macan pada 6 Februari 2010.
Sementara untuk seri Tahun Kelinci yang diterbitkan pada 25 Januari 2011 ini terdiri atas tiga desain, yaitu kelinci emas, kelinci berlari, dan kelinci berkelompok. Prangko tersebut dicetak masing-masing dalam kopur (segmen denominasi) yaitu sebesar Rp1.500, Rp3.000, dan Rp4.000.
Sedangkan untuk pengamanan prangko akan memuat tanda khusus berupa logo PT Pos Indonesia yang hanya dapat dilihat dengan sinar ultraviolet.
Prangko seri Tahun Kelinci jenis penerbitan istimewa dicetak sebanyak 300 ribu set, dan diterbitkan pula 30 ribu set 'mini sheet' (@Rp17.000), 30 ribu set 'souvenir sheet' (@Rp5.000), 4.000 set sampul hari pertama/SHP (@Rp11.000), 4.000 set kemasan filateli (@Rp30.000), dan 5.000 set edisi khusus (@Rp100.000).
'Penerbitan prangko dengan tema astrologi ini dilakukan untuk mengangkat nilai budaya serta merekam kekayaan dan keragaman budaya di Tanah Air sebagai salah satu sarana persahabatan yang universal untuk menghormati masyarakat etnis Tionghoa,' katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial dan Budaya Indonesia-China Sukamdani Sahid Gitosardjono mengatakan, penerbitan prangko dengan seri tahun shio itu juga merupakan bentuk diplomasi yang akan meningkatkan persahabatan serta kerja sama baik sosial, budaya, maupun, ekonomi, antara kedua negara tersebut.
Sukamdani juga mengemukakan bahwa perlu untuk diingat bahwa prangko tidak hanya memiliki nilai materi tetapi juga memiliki nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Syukri Batubara mengemukakan pentingnya dunia pos Indonesia untuk dapat mengembangkan filateli dalam bentuk program prangko seri shio seperti ini, baik secara kualitas maupun kuantitas.











