Dua Tambang Harapan Baru Bumi Minerals
Published: 29 Nov 2011 06:04 WIB


IMQ, Jakarta —  Industri seng, besi dan fosfat di Tanah Air terus bergeliat menyusul program pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Alhasil, PT Bumi Resources Minerals Tbk menuai untung dari aktivitas tersebut.

Periset Samuel Sekuritas Yualdo T. Yudoprawiro mengungkapkan Bumi Minerals telah berhasil menerima izin pinjam pakai (eksploitasi) dua tambangnya, yakni PT Dairi Prima Mineral dan PT Bumi Mauritania dari Kementerian ESDM.

"Namun, BRMS sendiri belum menerima pernyataan resmi. Pernyataan ini diperkirakan akan diterima pada akhir November 2011," ujar Yualdo dalam risetnya yang dipublikasikan November 2011.

Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pertambangan Bawah Tanah di Hutan Lindung memberikan berkah bagi Dairi Prima Mineral.

Setelah hampir lima tahun tidak dapat melanjutkan operasinya, kini perusahaan tambang timah hitam (lead) dan seng (zinc) di Dairi, Sumatera Utara itu, tinggal menunggu izin pinjam pakai kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan. Dijadwalkan tambang Dairi akan mulai berproduksi pada 2013.

Menurutnya, setelah mendapatkan izin eksploitasi, pihak Kementerian Kehutanan akan melakukan telaah selama dua tahun untuk memastikan izin tersebut digunakan sesuai dengan rencana perseroan. Apabila telaah berjalan lancar, maka perseroan akan mendapatkan hak untuk melakukan penambangan di lokasi tersebut selama 20 tahun.

Saat BRMS menerima izin pinjam pakai, maka proses Dairi bisa dimulai dengan perkiraan waktu 18 bulan hingga produksi. Produksi awal ditargetkan pada 2013 sebanyak 115 ribu ton untuk zinc dan 60 ribu untuk lead.

"Berdasarkan estimasi kami, kontribusi dari Dairi pada 2013 sebesar Rp3,5 triliun (81% dari total pendapatannya)," hitungnya.

Selain dari proyek Dairi, BRMS akan memulai produksi DSO iron ore dari Mauritania pada 2012 dengan target produksi awal sebanyak 600 ribu ton DSO iron ore hingga 2013. Setelah 2013, produksi dari Mauritania ditargetkan mencapai 1,2 juta ton per tahun.

"Kami memperkirakan kontribusi pendapatan pada 2012 mencapai Rp645 miliar (80% dari total pendapatan) dan Rp659 miliar (15% dari total pendapatan) pada 2013," ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, Samuel tengah menunggu laporan keuangan kinerja sembilan bulan 2011 dan pernyataan resmi dari perseroan mengenai izin eksploitasi untuk proyek Dairi.

"Kami mempertahankan target harga dan rekomendasi karena progres dari Dairi dan Mauritania telah difaktorkan dalam perhitungan. Rekomendasinya beli dengan TP Rp1.080," sarannya.
Author: Susan Silaban
Source: http://www.imq21.com/news/read/45143/20111129/060409/Dua-Tambang-Harapan-Baru-Bumi-Minerals.html
Copyright © 2010 — PT. IMQ Multimedia - LBKN ANTARA
All Rights Reserved.